Cinta HSS ( Hulu Sungai Selatan )

Assalamualaikum

    Hai sobat sekalian , kali ini saya ingin memposting tentang Cinta HSS ( Hulu Sungai Selatan ).Jika saja tidak berlebihan berani saya katakan untuk lingkup Hulu Sungai Selatan siapakah yang tidak mengenal Kandangan , sebuah kota yang dikenal karena kelezatan Katupat Kandangannya, atau karena Dodolnya yang manis dan gurih. Barang kali juga karena Loksado yang menawan, air terjun Haratai dan budaya masyarakatnya di kaki Pegunungan Meratus yang khas dan terkenal dengan Aruh Ganal, atau karena ikan samunya yang enak , boleh jadi pula karena lamangnya yang lamak. 

   Juga sangat popoler pula bagi kaum sastrawan, Kandangan melahirkan sastrawan andal dan terkenal dengan karyanya yang mebuat orang selalu memperhitungkannya di panggung pentas seni budaya. Tentu juga sangat tidak berlebihan jika Kandangan melahirkan tokoh yang dapat mengangkat nama daerah, baik dalam skala Kalimantan maupun nasional.

    Juga bagi pelaku sejarah, Kandangan dikenal sebagai basis perlawanan terhadap penjajahan Belanda dan NICA-nya yang melahirkan Pahlawan Nasional H Hasan Basry, Bapak Gerilyawan ALRI Divisi IV

    Pertahanan Kalimantan. Selain itu, Kandangan dikenal sebagai ibu dari cikal bakal berdirinya kabupaten di kawasan benua enam. Atau barangkali kita juga mengenal Kandangan, kota yang melahirkan imej ‘jawara’ karena terkenal berani dan badarah panasan.

    Daripada terlalu lama menunggu langsung cekidot aja di bawah ini tentang Cinta HSS ( Hulu Sungai Selatan )

Balai Adat Malaris ( Loksado )


     Saat saya pergi ke Loksado saya hanya sempat melihat satu Balai Adat, yaitu Malaris, Balai Adat  ini adalah salah satu dari 43 Balai Adat yang tersebar pada sebelas desa.
Balai Adat yang ini terletak di Desa Lok Lahung, akses jalannya hanya dapat dilalui dengan kendaraan roda dua, karena jalan untuk menuju kesini harus melewati sebuah jembatan gantung dari kayu sepanjang sepuluhan meter dengan lebar satu setengah meteryang memancing di pinggir sungai. Mereka semua ramah-ramah, senyum selalu mereka berikan kepada kita yang lewat, bahkan terkadang mereka juga melambaikan tangan

 Balai Adat Malaris ini, berupa bangunan rumah panggung sepanjang  kurang lebih 40 Meter, dengan Lebar 15 Meter, bentuk bangunan mirip seperti Rumah Lamin di Kalimantan Timur, atau Rumah Adat Suku Dayak lainnya di Kalimantan Tengah

Tidak banyak yang dapat Saya ceritakan mengenai Balai Adat Malaris ini, karena ketika Saya datang, balai adat ini dalam keadaan terkunci , sementara dari belasan jendelanya tidak ada satupun yang terbuka

Tidak terlihat petugas yang berjaga pada hari itu, bahkan kantor yang terdapat diseberang Balai Adat, ternyata tutup juga, padahal jam ditangan saya telah menunjukan angka sebelas


Air Terjun - Haratai


 Haratai bertempat di desa Loksado Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Disana adalah daerah pegunungan disana terdapat sebuah panorana alam yang sangat indah, yaitu air terjun . Melihat keindahan Air Terjun Haratai dengan ketinggian 15 meter, serta bermain dikolam air terjun yang menyegarkan. Biasanya tempat wisata ini ramai dikunjungi pada hari-hari libur ataupun akhir pekan. Disana terdapat air terjun yang berketinggian sekitar  4 meter, dengan kerindangan dan masih berudara segar pegunungan. Selain tempatnya yang indah, menuju tempat air terjun ini pun menjadi sebuah petualangan yang menarik. Karena tempatnya yang cukup jauh di dalam pegunungan, tempat wisata air terjun ini juga harus melalui beberapa tempat melalui sungai-sungai yang berarus deras dengan jembatan penghubung yang tidak permanen, jadi membuat adrenalin kita semakin tertantang .

Akses jalan menuju air terjun Haratai, hanya bisa dijangkau dengan kendaraan roda dua . Jalan yang berbatu dan tidak rata, jalanannya mendaki dan kadang menurun, Jika hujan turun, jalanan menjadi basah, licin, dan berbahaya.Sebagian jalanan, telah ada yang dibeton (semen), sepanjang sekitar satu kilometer, dengan lebar jalan sekitar satu meter lebih . Disebelah kiri jalan terdapat lembah yang pada kedalamannya merupakan sebuah sungai, sedangkan disebelah kanannya adalah hutan kayu dan hutan bambu,

         Terdapat sekitar lima buah jembatan kayu yang sudah mulai ada yang berlubang pada sebagian lantainya, tetapi masih dapat dilewati dengan kehati-hatian.Jika terjadi ban bocor atau kerusakan pada mesin kendaraan (mogok), siapkanlah mental dan tenaga untuk menyeret motor ke desa terdekat



Setelah melewati tiga buah desa yang tempatnya saling berjauhan, Akhirnya Saya sampai ke Air Terjun Haratai, jalan yang cuma sepanjang tujuh kilometer ini, Saya tempuh sekitar 50 menit
Ketinggian air terjun sekitar 8 sd 15 Meter, pada waktu Saya disini tidak ada pengunjung lain yang datang bersamaan dengan Saya (Mungkin, letaknya yang jauh, dan jalannya yang lumayan susah, hanya orang yang “mabuk” seperti Saya saja yang mau dengan sukarela mendatangi tempat ini)
Selain keindahan alam dan keasrian lingkungannya, tidak ada sesuatu yang istimewa dari air terjun ini, Saya lihat biasa-biasa saja, apalagi untuk pengunjung yang sudah pernah melihat air terjun didaerah lain dengan ketinggian 50 sampai 100 Meter


Setelah mengambil beberapa foto untuk dokumentasi, Saya beranjak pulang, dalam perjalanan pulang Saya sempat singgah kebeberapa rumah penduduk untuk melihat hasil hutan yang sedang dijemur didepan pekarangan rumah seperti, Kayu Manis, dan buah Kemiri



Rumah Bubungan Tinggi

  
 Rumah Bubungan Tinggi adalah salah satu jenis rumah Baanjung yaitu rumah tradisional suku Banjar (disebut rumah Banjar) di Kalimantan Selatan dan bisa dibilang merupakan ikonnya Rumah Banjar karena jenis rumah inilah yang paling terkenal karena menjadi maskot rumah adat khas provinsi Kalimantan Selatan.Sebelum rumah adat Banjar berkembang yang sebelumnya rumah adat Banjar mempunyai konstruksi berbentuk segi empat yang memanjang ke depan, kemudian yang tadinya segi empat memanjang mendapat tambahan di samping kiri dan kanan dan agak ke belakang ditambah sebuah ruangan yang berukuran sama panjang.

Penambahan ini kalau dalam bahasa Banjar disebut juga disumbi. Sedangkan bangun di samping kiri dan kanan ada penambahan dan tampak menempel dan menganjung ke luar, orang Banjar biasa menyebutnya dengan Pisang Sasikat. Begitu juga dengan tambahan bangunan di kiri dan kanan disebut juga Anjung dan kemudian orang Banjar lebih nyaman dengan menyebut Rumah Anjung daripada Rumah adat Banjar.


 Benteng Madang


Benteng Madang terletak di Desa Madang Kecamatan Padang Batung Kabupaten Hulu Sungai Selatan (Kalimantan Selatan). Jarak antara Desa Madang dengan Banjarmasin sekitar 140 km. Benteng Madang dibangun seiring dengan pecahnya Perang Banjar melawan penjajah Belanda di Bumi Lambung Mangkurat. Benteng ini terdapat di atas Gunung Madang salah satu dari bagian Pegunungan Meratus. Tempat tersebut sangat strategis untuk pertahanan, karena bila kita berada di tempat tersebut, maka daerah sekeliling dapat terlihat dengan mudah. Benteng Madang ini banyak dikelilingi oleh hutan semak belukar di sana–sini ditumbuhi bambu.

Saat ini Benteng Madang telah ditata dan direnovasi oleh Pemerintah daerah Hulu Sungai Selatan dengan anak tangga lebih dari 400 buah dan dapat dituju dengan menggunakan mobil dengan jarak kurang lebih 8 Km dari Kota Kandangan.


Mounumen Proklamasi  17 Mei 1949


Monumen Proklamasi 17 Mei 1949, adalah monumen untuk memperingati tentang Proklamasi rakyat di Kalimantan Selatan. Proklamasi 17 Mei 1949 merupakan suatu usaha mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia (17 Agustus 1945) oleh rakyat di Kalimantan Selatan, yang menyatakan bahwa wilayah Kalimantan Selatan merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Yang mana Monumen 17 Mei 1949 ini diresmikan tanggal 10 November 1986 oleh Gubernur kepala daerah TKI Kalimantan Selatan yaiti Ir.H.M.SAID. Dalam usaha mempertahankan kemerdekaan itu pada kenyataannya tidaklah mudah, karena para pejuang harus melewati serangkaian perjuangan fisik dalam kurun waktu sekitar tahun 1945-1949. Dari Monumen Proklamasi 17 Mei 1949 di situ kita bisa melihat riwayat dari Pergerakan atau perlawanan serta keinginan rakyat Indonesia Khususnya di Kalimantan Selatan untuk merdeka (terbebas dari semua hal-hal yang berbau penjajahan).  Maka dari situlah Rakyat Indonesia di Kalimantan Selatan berupaya untuk merdeka.

Selain itu juga terdapat beberapa lukisan yang ada disamping kiri dan kanan dari Monumen Proklamasi tersebut yang mana gambaran atau lukisan itu menceritakan perjalanan Divisi IV tentang usaha rakyat di Kalimantan Selatan untuk Merdeka. 


Makam Tumpang Talu


Makam Tumpang Talu terletak di Kampung Parincahan Kecamatan Kandangan, berjarak sekitar 1 Km dari pusat kota Kandangan Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Makam ini adalah makam tiga orang pejuang yakni Bukhari, Landuk dan H.Matamin dalam satu lubang yang gugur pada peristiwa pemberontakan Amuk Hantarukung tanggal 19 September 1899.

Jenazah Bukhari, Landuk, dan Matamin dimakamkan di Kampung Parincahan, Kecamatan Kandangan, Hulu Sungai Selatan yang dikenal dengan makam Tumpang Talu.


Masjid Ba'angkat



 Masjid Su’ada atau lebih dikenal dengan nama Masjid Ba'angkat adalah salah satu masjid tertua di Kalimantan Selatan yang berlokasi di desa Wasah Hilir Kecamatan Simpur, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Masjid ini didirikan oleh ulama bernama Al Allamah Syekh H. Abbas dan Al Allamah Syekh H.M.Masjid ini berjarak sekitar 7 kilometer dari ibu kota Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kandangan.


Bundaran Katupat



Bundaran ketupat merupakan Simbol sebuah kota memang sangatlah penting. Sebab, dari situlah makna sebuah identitas masyarakat dibentuk. Ini ditunjukkan oleh Pemda Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) kala merenovasi Bundaran Hamalau baru-baru ini. Bundaran ini dulunya tidak berbentuk ketupat, tetapi karena pemkab Hss ingin menciptakan icon kota kandangan maka bundaran tersebut dirubah bentuknya menjadi dua buah ketupat yang sangat besar,  setelah dirubah menjadi bentuk ketupat bundran ini menjadi salah satu kebanggaan warga Hss terutama warga Kandangan sendiri,  karena bundaran ini sangat bagus untuk tempat bersantai sore ataupun berfoto-foto bersama keluarga atau teman-teman.  Selain terdapat dua buah ketupat yang sangat besar di bundaran ini juga terdapat ukiran-ukiran yang sangat indah yang menghiasi bundaran tersebut,  lukisannya ada berupa kegiatan warga Kandangan dan sekitarnya juga terdapat icon-icon kota Kandangan lainnya seperti pembuatan dodol,  perkebunan sawit,  jukung dll.


Katupat Kandangan


Siapa yang kada tahu lawan katupat kandangan, bilang kaliwaran banar kalau kada tahu. Katupat sudah manjadi cirri khas hagan kandangan selain dodol atau kuliner lainnya. Apalagi wayahni sudah ada tugu hari jadi Kab. HSS yang ibu kotanya Kandangan. Di tugunya ada katupatnya dua biji, sampai anak cucu 7 turunan kada habis tu katupat dimakani barataan.Orang Banjar biasa menyebutnya Katupat Kandangan.Ketupat Kandangan merupakan kuliner khas yang berasal dari daerah Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan,Kalimantan Selatan. Seperti ketupat pada umumnya, bahan untuk membuat ketupat berasal dari beras, yang dimasukkan dalam ayaman daun kelapa yang berbentuk seperti limas, yang selanjutnya direbus. Yang membedakan dengan jenis ketupat lainnnya adalah penggunaan ikan gabus (haruan) sebagai menu pelengkap. Ikan Gabus sebelumnya harus di panggang dulu sebelum direbus menggunakan santan. Kemudian, Ikan Gabus beserta kuahnya disiramkan ke ketupat. Kuliner ini dapat dimakan untuk makan pagi, siang atau malam. Kuah agak kental dengan rasa yang sangat khas gurih. Kadang-kadang orang juga senang makan katupat kandangan ini dengan telur asin


Dodol kandangan


Dodol Kandangan adalah makanan khas produksi masyarakat Kandangan, Kalimantan Selatan, secara turun temurun. Bahan utama pembuatan penganan ini adalah beras ketan dan gula aren. Dodol kandangan banyak dikemas secara sederhana dengan rasa sangat manis.


Nah ini lah Wisata dan kuliner Khas Kabupaten Hulu Sungai Selatan, heheh sebenar nya masih banyak wisata dan kuliner Kabupaten HSS tapi yang saya tulis ini hanya yang saya pernah kesana, dan pernah rasain.

Jangan Lupa Kunjungin terus Bumi HSS dan lihat2 wisata nya, haha saya sudah kayak pemandu wisata aja.

0 Response to "Cinta HSS ( Hulu Sungai Selatan )"

Posting Komentar